Cerdas Bermedia

Sekarang di Indonesia telah memasuki media saturated era, yaitu era dimana media massa mengalami perkembangan sangat pesat, baik dari sisi teknologi media maupun konten medianya itu sendiri (kompasiana.com, 2012). Dalam mempresentasikan realitas di media massa, perlu adanya pembuktian atas apa yang ingin disampaikan sebelum disebarluaskan. Tentu, setiap orang akan memanfaatkan media massa dengan sistem online yang berkembang pesat ini untuk memberikan informasi, sehingga informasi bisa tersebar dalam waktu yang singkat dan mudah diperoleh dalam berbagai media sosial yang ada.

Media saturated era ini menuntut para konsumen atau pembaca, khusunya mahasiswa untuk lebih cerdas dalam menggunakan media. Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mampu mengoperasikan media, namun juga kritis terhadap konten-konten yang ada di dalamnya (kompasiana.com, 2012). Perilaku bijak yang harus dimiliki oleh pembaca adalah membuktikan dahulu kebenaran dari informasi yang mereka baca. Bagaimana caranya? Dengan cara mengelola informasi yang diterima tidak hanya dalam satu sumber informasi saja, tetapi pembaca bisa membandingkan dengan beberapa informasi lainnya.

Media literasi yang saya pahami disini adalah tentang kemampuan untuk memahami dan menganalisis dari informasi yang didapatkan, sehingga pembaca menjadi sadar tentang cara membuat informasi dan mengakses informasi. Pada dasarnya untuk mempelajari media literasi, akan menghasilkan output yaitu hasil pemikiran dari sudut pandang atau persepektif masing-masing individu, sehingga satu informasi saja akan didapati pemahaman yang berbeda dari setiap individu yang diperoleh dari objek yang dilihatnya.

Perilaku literasi bermedia yang ingin saya kembangkan untuk menangkal penyebaran hoax adalah dengan sosialisasi dan pelatihan sederhana. Misalnya saja Workshop Creative Literasi Media yang dilaksanakan oleh GMKI Cabang Surabaya. Dengan mengikuti sosialiasi tersebut, peserta bisa saling berbagi cerita, pengalaman, bahkan kesulitan yang dialami melalui tanya jawab dengan narasumber yang ada, sehingga peserta bisa saling berdiskusi. Tidak hanya sosialisasi saja yang penting, namun pelatihan secara langsung juga penting bagi peserta untuk bersama belajar dengan yang lebih ahli tentang bagaimana cara atau solusi yang harus diketahui dalam memahami, menganalisis, bahkan membuat sampai menyebarkan informasi media massa. Sehingga pencegahan ini harus sering dilakukan agar hoax tidak tersebar.

Kesimpulannya dalam pemahaman literasi bermedia harus memperhatikan dua sisi, yaitu bagi para pembuat dan para pembaca informasi. Bagi para pembuat informasi, hal utama yang harus Anda pahami adalah buatlah informasi sesuai dengan fakta yang ada yang harus bisa dipertanggungjawabkan. Bagi para pembaca informasi, tetaplah selektif dalam menganalisis suatu informasi sesuai dengan kenyataan dari sumbernya, bukan kata orang. (Debora L.S)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *