GMKI Surabaya: Membentengi HOAX Dengan Literasi Media dan Mendorong Pemuda untuk Berkarya di Media Sosial

Bradlee Y. A. Nainggolan, Ketua GMKI Surabaya mengungkapkan, orang-orang muda mesti cakap dalam arus media saat ini yang dibanjiri oleh berita, framing media mainstream yang begitu kental oleh kepentingan. Oleh karena itu, filter pemberitaan di media dengan menguji faktanya melalui refrensi sumber yang jelas sangat penting. Melakukan literasi diri harus dilakukan pada era milenial saat ini.

Hal itu disampaikan pada acara Workshop Creative Literasi Media yang digalakan GMKI Surabaya pada hari Sabtu dan Minggu (18-19/11/17).

Kegiatan ini mengundang mahasiswa lintas kampus dan gereja di Surabaya untuk berpartisipasi bersama dalam latihan literasi media tersebut.

Lamsaria Siregar selaku Ketua Panitia juga mengatakan dalam sambutannya, bahwa Workshop Creative Literasi Media ini untuk memantik kembali pemuda untuk mengembangkan kreatifitasnya dalam bermedia. Memanfaatkan media tidak sebagai candu belaka, namun ada sebuah karya yang progresif ditelurkan pemuda.

Terangkum dalam lima sesi pemuda diajak berlatih untuk menulis, menganalisa, dan memproduksi sebuah karya tulis maupun video pendek dimedia sosialnya masing-masing peserta dengan membagikan konten-konten yang bernafaskan perdamaian untuk semua ciptaan.

Acara ini disambut antusias oleh peserta. Menurut salah satu peserta, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pemuda saat ini.

Bertempat di Jalan Tegalsari 62, belasan peserta mengikuti alur proses pelatihan literasi media ini dengan antusias. Hal itu nampak dengan sesi tanya jawab yang begitu riuh dengan pertanyaan spontan peserta.

Peserta juga diajak ke Kampoeng Ilmu di Jalan Semarang, Surabaya, untuk praktek dalam pembuatan karya tulis maupun video pendek. Peserta bersentuhan langsung dengan kondisi sosial masyarakat sekitar. Kampoeng Ilmu dipih sebagai tempat studi eksposure berkaitan dengan sangat rendahnya tingkat membaca buku pada kalangan masyarakat saat ini.

‘Rek! Ayo Membaca, Ayo Berdiskusi, Ayo Menulis dan Pemuda Berkarya’ merupakan kata kunci yang digaungkan dalam kegiatan literasi ini.

Peserta juga diajarkan berani dan percaya diri, tidak terlalu penting apa kata orang dalam merespon karya yang dihasilkan, mengikuti proses dengan setia dan terus berlatih merupakan suatu awalan untuk mengupgrade diri dalam tahap pelatihan ini.

Eben Haezer yang juga adalah Sekretaris Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya menjadi salah satu pemateri. Beliau menuturkan, latihan yang intens merupakan point penting dalam menelurkan kekreatifan dalam mencapai cakap bermedia./ghorby

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *