PUISI | Karena Perempuan Adalah Aku

Oleh : Lamsaria Siregar

Video Youtube : \https://youtu.be/9WNs-ES6AqY

 

Seindah mentari di sore hari

Selembut kapas, sekuat baja

Bukan seorang yang sempurna

Namun mampu menyempurnakan

            Jangan kau sentuh

            Jika nafsumu mendatangkan kecewa padanya

            Jangan kau sanjung

            Jika ternyata ucapmu melebihi bisa

Kau salah jika berpikir dia lemah

Kau bodoh jika berkata dia hanya bisa menangis

Dengan setetes cinta saja mampu meracunimu

Dia mampu menerbangkanmu setinggi angkasa

Dia juga bisa merendahkanmu serendah tumit

Diciptakan dari tulang rusuk Adam

Dijadikan penolong yang sepadan

Tapi, dimanakah penghargaan terhadap dirinya

Bersembunyi atau hilangkah ?

Ingat….

Tanpa perempuan tak akan ada kelahiran di dunia fana ini

Tanpa perempuan mustahil kau mampu hidup dalam damai

            Perempuan, Hidup dalam luka

            Namun tetap berjuang untuk bahagia

            Terjatuh berkali-kali

            Tapi masih saja berdiri tanpa bantuan orang lain

Perempuan, Sulit dalam menyatakan rasa

Kuat menahan sakit yang dirasakan

Dia harus tegar,

Luka telah menjadi penguat

Kuat melebihi batu karang

            Manusia yang peka nalurinya

            Manusia yang hidup dengan rasa

            Manusia dengan pemeran hati yang tangguh

            Dia adalah perempuan

Detik waktu dalam hidup dihantui harapan

Jalan setapak di depan mata mengarahkan mimpi

Bola matanya masih saja berkata

Dia  juga membutuhkanmu tuan

Perempuan ialah maklhuk yang kau butuhkan

Jangan buat dia berkawan dengna air mata

Karena itu tidak layak kau lakukan

Cukup bawakan dia cinta yang bersih

Wahai tuan

Hargai perempuan yang saat ini bersamamu

Hargai perempuan yang saat ini kau kenal

Karena kau tidak tau siapa yang menjadi ibu dari anak-anakmu kelak

Bisa saja dia yang akan menjadi perempuan yang menemanimu menyambut pagi

            Untukmu yang masih saja bisu

            Untukmu yang masih saja merendahkan kaumku

            Berhati-hatilah

            Sebuah senyum mampu menaklukan hatimu

            Karena perempuan adalah aku

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *